Meningkatkan kemampuan bahasa inggris melalui model pembelajaran role playing
Keywords:
meningkatkan, keterampilan, berbicara, role playingAbstract
Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris melalui model pembelajaran role playing pada materi asking and giving opinion yang direspon dengan agree or disagree. Penelitian ini termasuk ke dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan disain model Kemmis dan Mc. Taggart meliputi dua siklus penelitian, dimana masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing yang mempunyai langkah- langkah: 1. Warm up the group, pemanasan kelompok, 2. Memilih peran, 3. Menyusun tahap-tahap peran, 4. Menyiapkan pengamat, 5. Pemeranan, 6. Diskusi dan evaluasi, 7. Pemeranan ulang, 8. Diskusi dan evaluasi tahap dua, 9. Membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Ketenagalistrikan A SMK N 1 Pundong. Pengambilan data melalui lembar pengamatan siswa belajar, lembar pengamatan pengelolaan kelas dan guru mengajar, lembar pengamatan pada saat pembelajaran, dan analisis hasil kerja siswa. Data setiap siklus dianalisis dan disimpulkan. Hasil penelitian tindakan ini menyatakan bahwa: 1. Penilaian pengamatan siswa dalam belajar bahasa Inggris pada materi pada siklus I pertemuan ke 1 yaitu 63, pertemuan ke 2 yaitu 75, 2. Penilaian pengamatan siswa dalam belajar bahasa Inggris pada materi “asking and giving opinion” pada siklus II pertemuan ke 1 yaitu 74, pertemuan ke 2 yaitu 79, 3. Penilaian penugasan siswa dalam belajar bahasa Inggris pada materi “asking and giving opinion” pada siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebanyak 5 poin, 4. Penilaian keterampilan siswa dalam belajar bahasa Inggris pada materi “asking and giving opinion” pada siklus I yaitu 67,65%, 5. Penilaian keterampilan siswa dalam belajar bahasa Inggris pada materi “asking and giving opinion” pada siklus II yaitu 83%, 6. Penilaian keterampilan siswa dalam belajar bahasa Inggris pada materi “asking and giving opinion” pada siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebanyak 15,35%.
References
Adler, Patricia A., & Adler, Peter. (1987). Membership Roles in Field Research. Newbury Park, CA: Sage Publication.
Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi. (2002). Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang. Sumber rujukan Riadi, Muchlisin. (2013). Pengertian, Tujuan dan Tes Kemampuan Berbicara. Diakses pada 10/21/2022, dari https://www.kajianpustaka.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-tes-kemampuan.html
Andri Wicaksono, dkk. (2016). Teori Pembelajaran Bahasa: Suatu Catatan Singkat. Jakarta; Garudhawaca.
Babbie, Earl. (1998). The Practice of Social Research, 8 ed. Belmot: Wodsworth Publising Company.
Baskoro. (2009). Jenis-Jenis Observasi, Modul KuliahMetodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: UIN.
Darmadi, Hamid (2014). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Endang Mulyatiningsih (2011). Riset Terapan Bidang Pendidikan dan Teknik. Yogyakarta: UNY.
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia
Haryadi dan Zamzani. (1999/2000). Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Sumber rujukan Riadi, Muchlisin. (2013). Pengertian, Tujuan dan Tes Kemampuan Berbicara. Diakses pada 10/21/2022, dari https://www.kajianpustaka.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-tes-kemampuan.html
Joyce, Bruce & weil, marsa. (2011). Model of Teaching. Englewood cliffs. New Jerse: Prentice-hall, inc
Morris, W. (1973). The American Heritage Dictionary of English Language. Boston: Houghton Miffin.
Nurul Ramadhani Makarao (2009). Metode Mengajar Dalam Bidang Kesehatan. Bandung: Alfabeta.
Puji Santoso, dkk. (2006). Materi dan Pembelajaran bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Riyanto. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.
St. Y. Slamet dan Amir. (1996). Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia (Bahasa Lisan dan Bahasa Tertulis). Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Sumber rujukan Riadi, Muchlisin. (2013). Pengertian, Tujuan dan Tes Kemampuan Berbicara. Diakses pada 10/21/2022, dari https://www.kajianpustaka.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-tes-kemampuan.html
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Tarigan Henry Guntur. (2008). Berbicara: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Sumber rujukan Riadi, Muchlisin. (2013). Pengertian, Tujuan dan Tes Kemampuan Berbicara. Diakses pada 10/21/2022, dari https://www.kajianpustaka.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-tes-kemampuan.html
Tim LBB SSC Intersolusi. (2006). Bahasa Indonesia SMA 3. Yogyakarta: SSC Intersolusi. Sumber rujukan Riadi, Muchlisin. (2013). Pengertian, Tujuan dan Tes Kemampuan Berbicara. Diakses pada 10/21/2022, dari https://www.kajianpustaka.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-tes-kemampuan.html
Uno Hamzah B. (2008). Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Williems, F. (1982). Qualitatif Research: Communications Revolution. Baverly Hills: Sage Publicaton.
Young, Pauline. (1975). Scientific Social Survey A Research. Englewood: Prectice-Hall Inc.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 Sri Indaryati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
