Nugget ikan daun kelor sebagai jajanan anak sekolah kaya protein

Authors

  • Modesta Hetikisworotriningtyas Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Wonosari, Indonesia
  • Alifah Runik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Wonosari, Indonesia

Keywords:

nugget, protein, anak sekolah

Abstract

Nugget adalah suatu bentuk produk olahan daging yang terbuat dari daging giling yang dicetak dalam bentuk potongan empat persegi dan dilapisi dengan tepung berbumbu (battered dan breaded). Produk nugget dapat dibuat dari daging sapi, ayam, ikan dan lain lain, tetapi yang populer dimasyarakat adalah nugget ayam. Namun kita membuat varian nugget dari ikan dengan penambahan daun kelor yang belum begitu populer di masyarakat. Selain mengandung protein hewani pada ikan, daun kelor juga kaya akan nutrisi seperti protein, vitamin, mineral dan asam amino. Pelaksanaan Praktek Produksi ini dilakukan untuk mengetahui cara pembuatan nugget ikan daun kelor dengan penambahan daun kelor, proses produksi, dan perhitungan analisis protein. Anak usia sekolah adalah anak yang berada pada usia-usia sekolah dengan usia 6-12 tahun. Masa usia sekolah sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam hingga kirakira usia dua belas tahun. Karakteristik utama usia sekolah adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, diantaranya perbedaan dalam intelegensi, kemampuan dalam berbahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Metode dan teknik yang dipakai pada penelitian ini meliputi observasi lapangan, perencanaan produk, uji coba produk, evaluasi produk dari ahli, perbaikan produk, validasi produk oleh ahli, finalisasi produk, deminisasi produk. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa uji organoleptik meliputi aroma, rasa, tekstur dan warna pada nugget ikan daun kelor dengan responden berjumlah 30 orang yang terdiri atas guru boga dan siswa boga SMK Negeri 3 Wonosari dan juga pengujian kandungan protein di lakukan laboraturium Chemix Pratama.

References

Beck, M.E. (2000). Ilmu gizi dan diet. Andi Offset: Yogyakarta.

Fadila, I. (2011). Potensi sagu dalam upaya diversifikasi pangan. Tangerang Selatan: Universitas terbuka.

Kawuryan, U. (2008). Hubungan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi anak SDN Kleco II Kelas V Dan VI Kecamatan Laweyan Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Larasati, P. A. (2018). Gambaran tingkat kosumsi zat gizi makro, status gizi dan indeks prestasi anak usia sekolah di Panti Asuhan Yappenatim Gianyar (Doctoral dissertation, Jurusan Gizi).

Melisa, N. (2011). Pengaruh pencampuran tepung ampas tahu dan tepung terigu sebagai bahan pengikat terhadap mutu nugget wortel(Daucus Carota L).Skripsi tidak diterbitkan. Padang:Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Andalas.

Priwindo, S. (2009). Pengaruh pemberian tepung susu sebagai bahan pengikat terhadap kualitas nugget angsa. Skripsi tidak diterbitkan. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Probosari, E. (2019). Pengaruh protein diet terhadap indeks glikemik. JNH (Journal of Nutrition and Health), 7(1), 33-39. https://doi.org/10.14710/jnh.7.1.2019.33-39

Sudarmadji, S. (2006). Prosedur analisis untuk bahan makan dan pertanian: Liberty. Jogjakarta.

Untario. (2004). Pengertian anak usia sekolah. Online(http://untario.psychologymania.com) diakses 19 maret 2019.

Walansendow, P. I., Mulyadi, N., & Hamel, R. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi anak usia sekolah di SD GMIM Tumpengan Sea Dua Kecamatan Pineleng. Jurnal Keperawatan, 4(2).

Downloads

Published

23-03-2019

How to Cite

Hetikisworotriningtyas, M., & Runik, A. . (2019). Nugget ikan daun kelor sebagai jajanan anak sekolah kaya protein. Edugy: Jurnal Pendidikan IGI DIY, 3(1), 16–20. Retrieved from https://edugy.my.id.ijarlit.org/index.php/edugy/article/view/6

Issue

Section

Articles

Citation Check